Categories
Kubah Masjid

Masjid Agung Beturaman Aceh

Masjid Bituraman yang mengesankan berisi masjid kubah bersejarah.

Adakah yang tahu Masjid Agung Beturaman di Banda Aceh? Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Moda pada tahun 1612 adalah masjid untuk rakyat Aceh. Perjuangan masyarakat dimulai antara penjajah Belanda di masjid ini.

Masjid Baiturrahman awalnya dibangun di atas tanah yang kokoh, balok kayu dan atap jerami. Pada saat itu, puncak masjid adalah bahu tujuh lantai. Tempat itu masih di daerah Istana Kerajaan Aceh dan berfungsi sebagai lembaga pendidikan.

Setelah Belanda kolonial memasuki Aceh pada bulan April 1873 dan menyatakan perang, pasukan Aceh menyerang dan mempertahankan istana, termasuk Masjid Agung. Jenderal Kollar tertembak dan perang berlanjut. Masjid Agung kemudian ditembaki, dan pasukan Aceh meninggalkan istana.

Setelah kebakaran, empat tahun kemudian, pada bulan Maret 1877, Gubernur Belanda Aceh, Van Lansberg, merebut hati warga. Ia berencana untuk membangun kembali Masjid Agung Bituraman. Perkembangan ini kemudian dicapai oleh Gubernur Aceh, Mayor Jenderal Vander. Batu penjuru diletakkan pada 9 Oktober 1879 dan pada 1833 masjid dilengkapi dengan kubah. Masjid ini kemudian diperluas menjadi tiga kubah pada tahun 1935.

Setelah kemerdekaan Indonesia, masjid terus tumbuh. Pada tahun 1975 ada lima kubah masjid dan dua menara. Selama gubernur Aceh, Ibrahim Hassan (1986-1993) diperluas untuk menutupi bagian depan dan halaman belakang dengan tujuh kubah lainnya.
Masjid dan istananya yang megah tetap kuat ketika tsunami Aceh melanda pada 26 Desember 2004. Karena hanya menara depan yang dimiringkan, itu diperbaiki kembali. Masjid ini dilengkapi dengan kanopi pada tahun 2015 dan telah didekorasi sejak itu. Rencananya akan diperluas dengan membuka area.

Kubah Masjid yang tampak dari jauh selalu indah dan penuh turis. Sebagai tujuan wisata religius di Aceh Zero, total luas masjid adalah 3,3 hektar. Sehingga bisa menampung sekitar 10.000-13.000 pengikut. Di sisi lain, masjid dapat menampung hingga 30.000 pengikut saat menggunakan halaman.

Bahkan saat bencana besar pun hanya masjid ini yang tetap berdiri padahal di sekeliling bangunan pohon hancur terbawa arusnya air laut yang di sebabkan oleh gempa serta mengakibatkan Tsunami yang tersebesar dalam sejarah negeri indonesia bahkan mengakibatkan puluhan ribu orang meninggal dan kehilangan tempat tinggal mereka.